Al Husni dan Pendidikan Fisika


Gaji guru naik
Desember 20, 2008, 2:00
Filed under: Pembelajaran

Pidato presiden :Gaji PNS naik 15% tahun 2009
Kabar baik untuk para aparatur negara dan pensiunan. Pemerintah akan menaikkan gaji aparatur negara dan juga pensiunan sebesar rata-rata 15% tahun 2009. Sementara gaji guru golongan terendah minimal Rp 2 juta per bulan.

Janji tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembacaan Nota Keuangan dan RAPBN 2009 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/008).

Dalam rangka memperbaiki kinerja birokrasi dan peningkatan layanan publik dalam RAPBN 2009, pemerintah mengalokan alokasi belanja pegawai sebesar Rp 143,8 triliun atau naik 20,2 triliun atau 16,4% dari 2008.

“Kenaikan anggaran tersebut antara lain untuk memperbaiki penghasilan aparatur negara dan pensiunan melalui kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok rata-rata 15%,” kata presiden.

Selain itu, pemerintah juga memberikan gaji dan pensiun bulan ke-13, serta perbaikan sistem pembayaran pensiun. Selama 4 tahun masa pemerintahan, pendapatan PNS golongan terendah juga ditingkatkan 2,5 kali dari Rp 674.000 per bulan pada 2004 menjadi Rp 1,721 juta per bulan pada 2009.

“Tambahan alokasi dana pendidikan sebesar 46,1 triliun yang kami usulkan untuk memenuhi amanat konstitusi digunakan antara lain untuk meningkatkan penghasilan guru dan peneliti. Dengan demikian pendapatan guru golongan terendah dapat dinaikkan menjadi di atas Rp 2 juta per bulan,” demikian janji presiden.

Usai menghadiri rapat kabinet terbtas tentang anggaran pendidikan di istana keperesidenan siang tadi , mentri pendidikan nasional Bambang Sudibyo memastikan anggaran pendidikan mengalami kenaikan sebesar Rp 46,1 trilyun. Dengan demikian anggaran itu sudah memenuhi angka 20 % dari APBN atau sebesar Rp 244 trilyun . Dari kenaikan anggaran itu gaji guru pegawai negeri sipil (PNS) juga akan mengalami kenaikan 16 % kenaikan ini di luar kenaikan rutin setiap tahunnya yang besarnya mencapai 15 %.

Kenaikannya berpariasi antara 50 ribu hingga 100 ribu dengan demikian untuk pangkat terendah guru pegawai negeri sipil akan menerima gaji Rp 2 juta setiap bulannya. Menurut mendiknas gaji guru ini menyerap 27 % dari keseluruhan anggaran pendidikan , sementara 50 % nya akan di alokasikan untuk pembiayaan wajib belajar.

Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan “ Rata –rata kesejahteraan guru dan dosen akan meningkat sekitar 14 hingga 16 %sehingga dengan itu nanti guru PNS yang terendah pangkatnya akan menerima gaji Rp 2 juta setiap bulannya “

Kepala Menneg PPN Bappenas Paskah Suzzeta mengatakan di Kantornya, Jumat (12/9), bahwa ada sejumlah profesi lain yang mempertanyakan nasib mereka.

“Sudah ada profesi lain yang memprotes kenaikan gaji guru ini,” ujarnya.

Profesi-profesi itu antar lain dokter dan pegawai tidak tetap yang bekerja di daerah-daerah pelosok, yang saat ini mereka hanya menerima gaji di bawah rata-rata Rp 1 juta – Rp 2 juta per bulan.

Bandingkan dengan gaji guru di pelosok yang dapat mencapai Rp 2 juta per bulan.

Adapun penetapan kenaikan gaji sebesar itu, seorang guru harus melaksanakan kegiatan mengajar minimal 24 jam dalam sepekan. Namun, bagi guru di desa pelosok yang sekolahnya sedikit, kuota itu tentunya berat dipenuhi.

“Karenanya hal ini akan menjadi kajian Bappenas apakah nanti ada pengecualian jam mengajar minimum di daerah terpencil,” paparnya.

Sebelumnya Mendiknas Bambang Sudibyo menyatakan gaji guru pada 2009 akan mencapai angka minimal Rp 2 juta per bulan. Besaran itu untuk guru pegawai negeri sipil golongan II B tanpa sertifikat profesi dengan masa mengajar 0 tahun.

Kenaikan gaji guru ini terkait penambahan anggaran pendidikan Rp 46,1 triliun dalam rangka memenuhi anggaran pendidikan 20% sesuai dengan amanat konstitusi.

Dari tambahan itu, Rp 24 triliun digelontorkan ke Depdiknas, sementara Rp 12 triliun ke Depdag, sedangkan sisanya untuk bantuan skema dana alokasi dan bantuan ke bagian pendidikan



Pembelajaran fisika di indonesia masih terpenjara
September 13, 2008, 2:00
Filed under: Pembelajaran | Tag: , ,
Pembelajaran Fisika di Indonesia masih terpenjara
13 September 2008

fenomena alam

fenomena alam

Dr. rer. nat. M.F Rosyid melancarkan kritik tajam terhadap pembelajaran fisika di Indonesia. Menurutnya, di Indonesia, ilmu fisika secara sistematis terpenjara di sekolahan dan bimbingan test. Ilmu fsika masih dipandang semata-mata sebagai urusan sekolahan, hanya terkait dengan ujian, merupakan wilayah kompetensi para tentor, dibicarakan paling efektif di bimbingan test, dan (bahkan) fisika hanyalah salah satu cabang olimpiade. Masih secara luas dipahami bahwa fisika tidak memiliki kaitan nyata dengan kesejahteraan dan kemakmuran. Bahwa fisika berada di mana-mana, bahwa fisika bermanfaat, bahwa fisika mampu menyelesaikan berbagai permasalahan belumlah menjadi pemahaman dan kesadaran umum. Selain itu, profesi sebagai fisikawan masih terasa asing bagi masyarakat kita. Hal ini jauh berbeda dari profesi dokter, arsitek, dan insinyur.

Beliau juga menyatakan bahwa pembelajaran sains berbasiskan isi (content based) adalah pembelajaran sains yang menekankan penguasaan dan pemahaman fakta-fakta ilmiah (scientific content). Dalam pendekatan ini, pembelajaran sains lebih bernuansakan doktrinasi sehingga kebenaran bersifat konvergen dan cenderung menjauhkan siswa dari bersikap skeptis terhadap suatu kebenaran. Di negara-negara maju, pendekatan tradisional ini telah lama mendapatkan kritik dan telah pula dimuseumkan. Pendekatan ini merupakan implementasi dari persepsi yang sempit terhadap sains, yakni persepsi yang menganggap sains melulu sebagai suatu kumpulan (sistem) informasi. Hasil-hasil kajian dan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini memiliki berbagai kelemahan yang cukup essensial. Dalam pembelajaran sains secara konvensional ini, para siswa tidak diajar untuk ‘bersains’, melainkan hanya dilatih untuk melantunkan fakta-fakta sains. Sementara itu pandangan yang utuh tentang sains menyarankan suatu pendekatan yang mengedepankan kompetensi akan sains itu sendiri.

Berbeda dari metode tradisional, dalam pendekatan berbasis kompetensi ini, para siswa diajar untuk bersains. Pendekatan semacam ini lebih komprehensif dibandingkan dengan yang pertama karena pendekatan yang terakhir ini selain mencakup penguasaan dan pemahaman kandungan ilmiah (fakta-fakta sains) ia mancakup pula pembinaan terhadap sikap dan perilaku ilmiah, misalnya. Pendekatan ini dikenal sebagai competence based approach. Reformasi pendidikan sains berarti perluasan pendekatan, dari hanya pendekatan isi (content) menjadi pendekatan kompetensi.

Dr. rer. nat. M.F. Rosyid yang pernah menjadi juri Olimpiade fisika Asia 2003 ini merupakan fisikawan UGM yang amat peduli terhadap perkembangan fisika dan pendidikan fisika di Indonesia. Paparan kritik ini disampaikan dalam Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika di Universitas Ahmad Dahlan, 5 Mei 2008. Seminar ini diikuti oleh dengan antusias oleh seluruh peserta yang terdiri dari dosen-dosen, guru dan mahasiswa fisika/pendidikan fisika baik dari Yogya maupun luar Yogya. Peserta terjauh adalah dari Universitas lambung Mangkurat Kalimantan.



Hello world!
September 13, 2008, 2:00
Filed under: Pembelajaran | Tag:

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!